SINGKIL – 16 Agustus 2026
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, Camat Singkil, Khairuddin, SE, menyampaikan pesan moral yang tegas dan strategis kepada seluruh aparatur pemerintahan di wilayahnya.
Dari pusat Kota Aceh Singkil, ia menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi penurunan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pesan singkat yang disampaikannya, Minggu (16/8/2026), Khairuddin mengakui adanya tuntutan pemerintah untuk melakukan efisiensi belanja daerah, yang secara otomatis berdampak pada minimnya alokasi anggaran operasional.
Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tersebut tidak boleh berbanding lurus dengan penurunan standar pelayanan.
“Saat ini kita dituntut untuk melakukan efisiensi anggaran. Konsekuensinya, anggaran memang menjadi minim.
Namun, ingatlah: minim anggaran tidak berarti minim pelayanan,” ujar Khairuddin dengan nada tegas.
Ia menyerukan kepada seluruh Kepala Desa, Perangkat Desa, serta Imum Mukim di Kecamatan Singkil untuk tetap mempertahankan etos kerja tinggi dan profesionalisme.
Bagi Khairuddin, kualitas pelayanan adalah cerminan dari integritas seorang abdi negara, terlepas dari besar kecilnya dana yang tersedia.
“Jangan biarkan keterbatasan anggaran menjadi pembenaran untuk mengabaikan hak-hak warga.
Justru di saat sumber daya terbatas, kreativitas dan dedikasi kita diuji untuk tetap memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Momentum HUT RI ke-81, menurutnya, harus dimaknai sebagai semangat pengabdian tanpa pamrih.
Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan tingkat kecamatan hingga gampong untuk bersinergi, bekerja lebih cerdas, dan memastikan setiap keluhan atau kebutuhan warga tertangani dengan baik.
“Dengan momentum HUT RI ke-81 ini, mari kita sama-sama berbuat yang terbaik. Tunjukkan bahwa birokrasi di Kecamatan Singkil adalah birokrasi yang responsif, efisien, namun tetap humanis dan berkualitas,” tutup Khairuddin.
Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen pemerintahan di tingkat lokal bahwa esensi dari kemerdekaan dan pembangunan adalah kesejahteraan rakyat, yang salah satu pintu utamanya adalah akses terhadap pelayanan publik yang prima.(*)
(Penulis/Media: GINWS)



