JAWA BARAT – Ancaman penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dinilai tidak cukup dihadapi melalui penindakan hukum. Upaya pencegahan sejak dini, penguatan karakter, edukasi berkelanjutan, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.,Minggu (9/8/2026).

Hal tersebut menjadi perhatian Siska N. Humaira, Calon Tunggal Ketua DPD BUANA Jawa Barat. Melalui gerakan edukasi dan pencegahan, Siska mendorong agar anak muda memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkoba sekaligus mendapatkan ruang yang sehat untuk mengembangkan potensi dan kepemimpinan.
Menurut Siska, persoalan narkoba harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap masa depan sumber daya manusia. Ketika generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dampaknya tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga dapat merusak pendidikan, hubungan sosial, produktivitas, hingga masa depan mereka.
“Anak muda harus dipersiapkan sejak dini agar tumbuh sehat, memiliki karakter, berani menentukan masa depan, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang dapat menjerumuskan mereka pada penyalahgunaan narkoba,” ujar Siska.
Ia menegaskan, pencegahan tidak boleh dilakukan setelah persoalan muncul. Edukasi harus hadir lebih awal dan dilakukan secara konsisten melalui lingkungan terdekat generasi muda.
Keluarga, kata Siska, memiliki posisi penting sebagai benteng pertama. Peran tersebut perlu diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, perhatian terhadap perkembangan anak, serta pendidikan karakter.
Di sisi lain, sekolah, organisasi kepemudaan, pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait perlu membangun kolaborasi agar tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan mampu memberikan ruang tumbuh bagi anak muda.
Edukasi Harus Dekat dengan Dunia Anak Muda
Siska menilai sosialisasi bahaya narkoba juga perlu dikemas dengan pendekatan yang relevan dengan kehidupan generasi muda. Edukasi tidak cukup sebatas menyampaikan larangan, tetapi harus menjelaskan secara konkret risiko penyalahgunaan narkoba dan psikotropika terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, serta masa depan.
“Pencegahan harus dilakukan sebelum persoalan terjadi. Jangan sampai kita baru bergerak setelah generasi muda menjadi korban,” tegasnya.
Karena itu, gerakan antinarkoba menurutnya harus berjalan beriringan dengan penyediaan berbagai kegiatan positif bagi generasi muda.
Pendidikan, olahraga, kreativitas, kewirausahaan, kegiatan sosial, hingga organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus sarana untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan jiwa kepemimpinan.
Generasi Sehat Adalah Investasi Kepemimpinan
Siska berpandangan, membangun generasi muda yang bebas dari penyalahgunaan narkoba bukan semata-mata agenda kesehatan dan keamanan sosial. Lebih jauh, hal tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
Generasi muda yang sehat, berkarakter, produktif, dan memiliki integritas merupakan modal penting bagi keberlanjutan pembangunan Jawa Barat.
Dalam konteks tersebut, keberadaan gerakan edukasi dan pencegahan yang dilakukan melalui DPD BUANA Jawa Barat diarahkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan anak muda dalam kegiatan yang konstruktif.
Siska berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen terkait.
“Kalau kita ingin melihat pemimpin masa depan yang berkualitas, maka kita harus menjaga dan membentuk generasinya sejak sekarang. Menyelamatkan generasi muda hari ini berarti sedang menyiapkan pemimpin masa depan Jawa Barat dan Indonesia,” pungkasnya.”
Redaksi.



