KABUPATEN BANDUNG – SMK Wirakarya 1 Ciparay dan SMK Wirakarya 2 Ciparay secara resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang diikuti sekitar 400 peserta didik baru, Kamis (23/7/2026). Penutupan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat sebagai awal perjalanan pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada pembentukan sumber daya manusia unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pelaksanaan MPLS Ramah mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, bebas dari kekerasan dan perundungan, serta memperkuat pendidikan karakter melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI), H. Asep Ikhsan, S.E., S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran ini menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMK Wirakarya 1 dan SMK Wirakarya 2 Ciparay.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi keahlian, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, integritas, serta budaya sekolah yang positif.
Dalam sambutannya saat menutup MPLS, Asep Ikhsan menegaskan bahwa kegiatan pengenalan lingkungan sekolah merupakan tahapan strategis dalam membangun karakter peserta didik sejak hari pertama menempuh pendidikan.
«”Sejak hari pertama kami menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, kepedulian, serta semangat belajar kepada seluruh peserta didik. Inilah fondasi untuk mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegas Asep Ikhsan.»
Ia menekankan pentingnya implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai budaya sekolah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh akhlak mulia, etika, kedisiplinan, kepedulian sosial, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.
Asep Ikhsan juga mengingatkan seluruh peserta didik untuk senantiasa menghormati guru dan orang tua, menjaga nama baik sekolah, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta menjauhi berbagai perilaku negatif seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, tawuran, kekerasan, dan tindakan lain yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik mendapatkan pembekalan yang komprehensif, mulai dari pengenalan budaya sekolah, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, penguatan Profil Pelajar Pancasila, pencegahan perundungan, kedisiplinan, pengenalan kompetensi keahlian, hingga motivasi untuk terus berprestasi sesuai bidang yang dipilih.
Suasana penutupan berlangsung penuh antusiasme. Seluruh peserta didik mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib dan menunjukkan semangat tinggi untuk memasuki dunia pendidikan vokasi yang menuntut kompetensi, inovasi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja.
Melalui penutupan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Wirakarya 1 dan SMK Wirakarya 2 Ciparay kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang mencetak lulusan siap bekerja, siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan siap berwirausaha, sekaligus membangun generasi berkarakter Pancawaluya, berintegritas, inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing global.
Di penghujung sambutannya, Asep Ikhsan menegaskan bahwa semangat Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus menjadi budaya yang terus diterapkan oleh seluruh peserta didik sebagai fondasi lahirnya generasi unggul menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.Tutupnya.”
Redaksi.



