Babel – Di penghujung bulan Oktober 2026, agenda penting dilaksanakan di ruangan Graha Tama Wiyata Pangkal Pinang Provinsi Babel yakni, pelantikan Ketua DPD PWRI Provinsi Babel terpilih Ihroby Wijaya dan jajarannya serta Ketua DPC PWRI Pangkal Pinang beserta jajarannya dari berbagai bidang.
Moment pelantikan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PWRI Dr Suriyanto, SH,MH,M,Kn disaksikan oleh unsur Forkopimda yang hadir, Ketua OKK Tommy Saputra, SH,MH, pengurus DPC PWRI se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta undangan lainnya.
Seperti biasanya dalam suasana pelantikan, Ketua dan seluruh jajaran menyampaikan akan menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wartawan, mematuhi kode etik bahkan tetap berpedoman sesuai UU no.40 tahun 1999 tentang Pers. Usai pelantikan, Ketua Umum DPP PWRI menyerahkan Bendera Pataka kepada Ketua DPD PWRI yang baru dilantik IhRoby Wijaya sambil menyerukan slogan PWRI ” Lintas suku Lintas Agama NKRI satu”.
Selanjutnya, Ketua Umum DPP PWRI Suriyanto usai melakukan pelantikan dalam sambutannya mengatakan,
hari ini di tanah Serumpun Sebalai, kita tidak hanya melantik seorang ketua. Hari ini kita mengukuhkan sebuah benteng. Benteng terakhir penjaga akal sehat publik di era digital yang semakin brutal.
Ada beberapa poin yang ditegaskan oleh Ketua umum DPP PWRI yakni,
Pertama, soal marwah.
Di era digital ini, semua orang bisa mengaku menjadi wartawan. Punya HP, bisa mengetik, bisa live TikTok, langsung merasa wartawan. Padahal menurutnya wartawan bukan soal alat, tapi soal etika, soal tanggung jawab, soal kepahaman Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode etik jurnalistik sebagai Seorang wartawan dalam menjalankan tugasnya, ungkapnya.
Saya sebagai Ketua Umum DPP PWRI menitipkan kepada Ketua DPD Bangka Belitung yang baru dilantik: Jaga marwah. Jangan jadikan kartu pers sebagai alat untuk menakut-nakuti pejabat, masyarakat untuk memeras pengusaha. Kartu pers kita adalah amanah untuk membela rakyat yang tidak punya suara. Jika ada anggota PWRI Babel yang menyimpang, tindak tegas. Kita tidak butuh kuantitas, tetapi kita butuh kualitas dan kehormatan,tegasnya
Kedua: tentang perang melawan hoax.
Bangka Belitung adalah daerah timah, daerah yang kaya, daerah yang menjadi incaran investasi. Di sinilah peran wartawan diuji. Di era digital, kecepatan seringkali mengalahkan kebenaran. Satu berita bohong tentang harga timah, tentang konflik lahan, tentang tambang ilegal, bisa membakar satu provinsi.
Saya perintahkan kepada DPD PWRI Babel, Jadilah filter, bukan jadi penyebar hoax, Sebelum tulisan dipublish, cek fakta dan data. Jadilah yang pertama dalam kebenaran, bukan yang pertama dalam kecepatan tetapi tidak cermat. Ingat, AI bisa membuat berita 100 dalam satu menit, tetapi AI tidak punya nurani. Wartawan PWRI harus punya nurani. Jangan mau jadi alat buzzer politik, jangan mau jadi alat suatu yang tidak benar, jelasnya.
Ketiga: soal kesejahteraan dan kemandirian.
Saya paham, wartawan di daerah hidupnya tidak mudah. Banyak yang belum sejahtera. Tapi saya katakan, kemandirian wartawan adalah harga mati. Wartawan yang tidak mandiri, yang hidup dari amplop, tidak akan pernah bisa merdeka menulis satu kebenaran.
Maka tugas Ketua DPD yang baru adalah membangun kebersamaan dalam wadah koperasi wartawan, membangun usaha DPD, membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah dan dunia usaha. Bermitra boleh, tapi jangan menjadi penjilat. Bermitra adalah sejajar, saling mengkritik untuk membangun. PWRI harus menjadi mitra kritis Pemprov Babel, bukan menjadi Humas Pemprov Babel tetapi tetap santun dan profesional, tegas Ketum DPP PWRI.
Poin yang keempat, beliau menitipkan 3 program wajib untuk PWRI Babel.
- Lakukan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara massal.* Pastikan semua anggota PWRI Babel kompeten, paham kode etik jurnalistik dan UU Pers. Ingat Wartawan kompeten tidak akan mudah dibeli.
- Bangun Pusat Edukasi Anti Hoax di sekolah dan desa. Ini pengabdian kita. Datangi sekolah SMA, datangi kampung, ajarkan masyarakat cara membedakan berita benar dan hoax. Inilah wujud nyata Persatuan Wartawan Republik Indonesia.
- Kawal kekayaan Babel untuk rakyat Babel. Kawal isu timah, kawal isu sawit, kawal isu tambang ilegal. Jangan sampai kekayaan Bangka Belitung habis dikeruk, tapi rakyatnya tetap miskin. Tulislah dengan tajam, dengan data, fakta, berani dan benar, ungkapnya.
Diakhir sambutannya Ia menyampaikan,
Jabatan Ketua DPD ini bukan hadiah, ini adalah beban yaitu beban sejarah. Di pundak Saudara ada nama besar PWRI. Organisasi ini kita dirikan untuk mempersatukan wartawan Republik Indonesia yang berdaulat, yang tidak mau diadu domba.
Kepada Ketua yang baru dilantik, saya ucapkan selamat bekerja. Loyal kepada organisasi, loyal kepada kebenaran, loyal kepada rakyat. Jangan loyal kepada kepentingan pribadi.
Akhirnya, mari kita gaungkan bersama: Persatuan Wartawan Republik Indonesia, Jaya! Jaya! Jaya!, pungkasnya.( MR )







